Menjelajah Keindahan Rammang-Rammang: Permata Alam di Maros, Sulawesi Selatan

Maros – Rammang-Rammang adalah sebuah kawasan wisata alam yang terletak di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Nama “Rammang-Rammang” berasal dari bahasa setempat yang berarti “awan atau kabut”, karena kawasan ini sering diselimuti kabut di pagi hari, menciptakan pemandangan yang magis dan menenangkan.

Kawasan ini merupakan bagian dari Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, dan dikenal sebagai pegunungan karst terbesar ketiga di dunia setelah Tiongkok dan Vietnam. Formasi batu kapur raksasa yang menjulang di antara sungai dan sawah menciptakan panorama alam yang unik — perpaduan antara keindahan tropis dan pesona prasejarah.

Bacaan Lainnya
banner 300600

Dari Kota Makassar, perjalanan ke Rammang-Rammang hanya memakan waktu sekitar 1 jam menggunakan kendaraan roda dua atau empat.
Sesampainya di Dermaga Rammang-Rammang, wisatawan akan melanjutkan perjalanan menggunakan perahu tradisional (jolloro’) menyusuri Sungai Pute yang tenang dan hijau. Sepanjang perjalanan, kamu akan disuguhi pemandangan tebing karst, hutan mangrove, dan burung-burung liar yang beterbangan.

Beberapa destinasi menarik yang bisa kamu kunjungi di kawasan Rammang-Rammang antara lain:

  1. Kampung Berua
    Sebuah desa kecil yang dikelilingi tebing karst tinggi, sawah, dan sungai. Tempat ini cocok untuk berfoto, berkemah, atau sekadar menikmati suasana pedesaan yang damai.

  2. Goa Telapak Tangan dan Goa Bulu’ Barakka
    Gua ini menyimpan lukisan prasejarah berupa cap tangan dan gambar hewan yang menjadi bukti peradaban manusia purba di Maros.

  3. Hutan Batu (Stone Forest)
    Gugusan batu kapur besar yang menyerupai hutan batu, menjadi spot favorit wisatawan untuk foto dan trekking ringan.

  4. Danau Bidadari
    Sebuah danau alami dengan air jernih berwarna kehijauan yang tersembunyi di balik bebatuan karst.

Fasilitas dan Akomodasi

Di sekitar kawasan wisata sudah tersedia gazebo, warung makan, area parkir, hingga penginapan sederhana. Bagi kamu yang ingin menikmati suasana malam di Rammang-Rammang, bisa mencoba menginap di homestay milik warga setempat atau berkemah di sekitar Kampung Berua.

Tips Berkunjung

  • Datanglah pagi hari (sekitar pukul 06.00–08.00) untuk menikmati pemandangan kabut yang khas.

  • Gunakan pakaian yang nyaman dan siapkan topi atau payung, karena siang hari bisa cukup terik.

  • Jangan lupa bawa kamera atau drone, karena setiap sudut Rammang-Rammang layak diabadikan.

  • Hormati alam dan masyarakat lokal: jangan buang sampah sembarangan dan jaga ketenangan kawasan wisata.

Rammang-Rammang bukan sekadar tempat wisata, tetapi saksi bisu perjalanan alam dan budaya manusia di Sulawesi Selatan. Keindahannya yang alami dan suasananya yang damai membuat siapa pun yang datang ingin kembali lagi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *